SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Â Dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plapon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dipastikan berkurang.
Sejumlah anggaran yang diajukan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dikepras oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Blora. Salah satunya adalah anggaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
“Total dana yang diajukan DPU adalah Rp272 miliar. Kami menilai ada anggaran lain yang butuh didanai sehingga harus mengurangi anggaran dari DPU,” ujar salah seorang anggota DPRD Blora, Seno Margo Utomo.
Seno menilai, pengurangan anggaran bukan berarti rencana pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tidak bisa dilakukan tahun ini. Namun tetap bisa dilaksanakan dengan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan.
Seno menambahkan, bahwa anggaran lain yang dipangkas adalah pengadaan baju seragam Samin yang dianggarkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
“Meski jumlahnya variatif, totalnya seluruh SKPD sudah mencapai ratusan juta rupiah. Ini kita coret karena kami menganggap tidak penting adanya anggaran itu,” tegas Seno.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU, Bondan Sukarno, saat dikonfirmasi membenarkan rencana pemotongan anggaran di instansi yang dipimpinnya.
“Jumlah rasionalisasi anggaran di dinas kami mencapai sekitar Rp38 miliar,” ujarnya.
Bondan menyebutkan, dari total pengajuan awal Rp272 miliar tersebut direncanakan bukan hanya untuk pembangunan jalan dan jembatan. Melainkan juga untuk pembangunan infrastruktur lainnya dalam kewenangan DPU. Seperti pembangunan infrastruktur perairan, pertamanan dan lain sebagainya.
“Anggaran yang dirasionalisasi itu juga sebagian besar untuk bidang jalan dan jembatan,” pungkas Bondan Sukarno.(ali)