SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Ratusan awak bus jurusan Bojonegoro – Surabaya hari ini kembali melakukan aksi mogok. Mereka menunut agar semua bus dari arah Semarang, Jateng, berhenti di terminal Tambak Osowilangun, Surabaya, bukan di terminal Bungurasih segera dikabulkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur,Selasa (4/3/2014).
Ketua Paguyuban Pekerja Transport, Suparno, mengatakan, sesuai hasil rapat koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya tidak membawa hasil apa-apa dan tuntutan awak bus belum dikabulkan.
“Demo akan terus dilanjutkan, sampai tuntutan kami dikabulkan,” tandas Parno, sapaan akrabnya.
Dia mengaku, akan menghadap Bupati Bojonegoro, Suyoto untuk meminta solusi dan menjembatani maslaah ini kepada Gubernur Jawa Timur, Soekarwo agar segera terselesaikan dan tidak berlarut-larut.
“Ada tiga ratus orang dari awak bus yang dirugikan dengan adanya aturan Pemprov,” tegas Parno.
Sementara itu, ada 83 MPU yang disiapkan Dinas Perhubungan untuk melayani masyarakat yang akan menuju Surabaya. Beberapa diantaranya sudah melayani para penumpang dengan ongkos yang lebih mahal yaitu Rp 25.000 sampai Rp 30.000.
“Sebenarnya berkah buat kami, tapi kasihan juga para penumpang harus keluar biaya lebih mahal,” kata Suparman, salah satu kenek MPU asal Desa Sukorejo ini.
Terpisah, Ali Samsuri, warga Desa Kasiman mengaku, sangat dirugikan karena mogoknya sopir bus. Selain merogoh kocek sangat banyak untuk menuju Surabaya, kenyamanan berkendara antara MPU dengan bus sangat berbeda.
“Jauh lebih nyaman menggunakan bus dariapada MPU,” pungkasnya.(rien)