Jaring Nelayan Rawan Tersangkut Pipa Minyak

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Penanaman pipa di dasar laut utara, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, untuk penunjang produksi minyak dari sumur Banyuurip, Blok Cepu yang dioperatori Mobil Cepu Ltd (MCL) membawa dampak bagi nelayan yang berada di pesisir Kecamatan Palang, Tuban.

Dampak yang dimaksud adalah dengan adanya keberadaan pipa tersebut kerap menyulitkan nelayan. Diantaranya jaring milik nelayan kerap tersangkut pipa.

Sebelum adanya pipa yang dipasang dalam rangkaian proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) 3 Banyuurip tersebut, jaring milik nelayan juga kerap tersangkut di pipa dasar laut untuk aliran minyak milik Operator Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ).

“Di laut sekarang ada dua pipa minyak, jaraknya juga tidak terlalu jauh,” kata Darmadi, salah satu nelayan asal Desa Glodog, Kecamatan Palang, Tuban, Rabu (5/3/2014).

“Selama ini jaring kerap tersangkut pipa (milik JOB PPEJ), eh sekarang ada pipa minyak baru (EPC 3-Red),” tambah bapak satu anak ini menjelaskan.

Baca Juga :   Pertamina EP Akan Kordinasi dengan Field Cepu

Diketahui, pipa milik JOB PPEJ berada di wilayah timur, tepatnya di Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Tuban. Sementara pipa minyak milik MCL yang saat ini sedang dikerjakan, berada di sebelah barat, tepatnya masuk di Desa Glodog, Kecamatan Palang, Tuban.

Pantauan Suarabanyuurip.com di lapangan, masing-masing jarak antara pipa apabila dilihat dari pantai tidak lebih dari 1 kilometer.

Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya, ketika dikonfirmasi mengatakan jika merasa ada masalah (termasuk alat tangkap yang tersangkut pipa-Red) yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek, para pemangku kepentingan, termasuk juga masyarakat, dapat menyampaikannya melalui mekanisme yang ada.

“Sampaikan mekanisme keluhan yang ada, atau langsung kepada instansi yang berwenang,” jelas Rexy. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *