SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – PT Planindo dan LSM Satria Bojonegoro kembali menggelar pertamuan di Pendapa Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, Kamis (06/03/2014). Pertemuan itu merupakan tindak lanjut pertemuan pertama yang dilaksanakan selasa (04/03/2014).
PT. Planindo, merupakan subkontraktor PT. Triptra Engineers & Constructors, pelaksana proyek engineering, procurement and construction (EPC) – 1 Banyuurip, Blok Cepu yang mengelola limbah tinja dari pekerja proyek. Pengelolaan limbah itu diprotes warga Ngasem karena diduga tinja yang ditampung ditempat penampungan di Desa Ngadiluwih bocor ke sungai di wilayah setempat dan mengakibatkan warga mengalami gatal-gatal setelah mandi sungai.
Pertemuan ke dua antara Planindo dengan LSM Satria yang mewakili masyarakat Ngasem ini untuk menyampaikan kesepakatan atas tuntutan warga yang merasa terdampak dengan limbah tinja.
“Pertemuan kedua kalinya ini adalah untuk menentukan kata sepakat atas tuntutan yang diajukan warga Ngasem melalui LSM Satria Bojonegoro pada pertemuan pertama pada Selasa kemarin,” kata Dirut PT Planindo, Muhamad Nur Ardiansyah kepada suarabanyuurip.com, Kamis (06/03/2014) sebelum pertemuan digelar.
“Jika PT Planindo menyetujui apa yang kami ajukan pada pertemuan pertama kemarin Insya Allah LSM Satria Bojonegoro juga akan menyepakatinya,” sambung Ketua LSM Satria, Heri Sucipto.
Sekedar diketahui, saat ini pertemuan antara LSM Satria Bojonegoro dengan PT Planindo yang dimediatori Muspika Kecamatan Ngasem masih berlangsung.(sam)