SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di sekitar wilayah proyek migas Banyuurip, Blok Cepu belum sepenuhnya merata dan minim perhatian. Seperti yang terlihat di PAUD As-Syaiba di Desa Katur, Kecamtan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Berdiri sejak tahun 2008, kegiatan belajar mengajar di PAUD tersebut masih ala kadarnya. Pengelola mengaku pasrah meskipun keberadaan PAUD berada ditengah kepungan industri migas, Â Blok Cepu.
“Pernah mengajukan bantuan tapi tidak ada kelanjutannya,” kata Penegelola PAUD, As-Syaiba, Rifatul Khozanah ditemui suarabanyuurip.com, Kamis (6/3/2014).
Dia mengaku, perhatian para stakeholders terbilang minim. Padahal, lanjut dia, adanya PAUD oleh pemerintah diharapkan dapat mendidik karakter anak sejak dini.Â
“Landasan hukum dan kurikulum yang kita terapkan juga berdasarkan dari aturan pemerintah,” ujar Rifatul, menerangkan.Â
Ibu satu anak ini mengungkapkan, selain di Desa Katur, boleh dibilang PAUD di daerah lain sekitar Banyuurip juga tidak sedikit yang kurang mendapat perhatian. “Kita sudah berupaya maksimal untuk memperjuangkan pendidikan,” tandasanya. (roz)