SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Meski mengklaim kalau iklim investasi di Tuban saat ini sangat prospektif untuk berkembang, tapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, mengaku tetap tidak bisa melakukan pengembangan sendiri.
Jajaran birokasi di bumi wali tersebut masih membutuhkan banyak dukungan dari pemerintah pusat dalam beberapa hal. Termasuk dalam rangka mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang bagi investor yang akan masuk.
Diantaranya adalah pembangunan jalur lingkar yang ada di Kabupaten Tuban. Jalur yang melingkar di sisi selatan kota Tuban tersebut mempunyai panjang sekitar 20 kilometer.
“Diperlukan sebagai penunjang kelancaran lalu lintas,†kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tuban, Budi Wiyana, Jumat (7/3/2014).
Selain itu, Kabupaten Tuban juga masih memerlukan pelabuhan umum sebagai sarana penunjang. Yang mana proses pembangunan pelabuhan tersebut masih dalam proses perijinan, serta berada tepat di lahan milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
“Itu untuk kepentingan daya tarik investasi dan perkembangan daerah,†jelas pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban.
Pemkab Tuban juga mengklaim, kalau pengaruh positif dari investasi di Kabupaten Tuban adalah penurunan kemisikinan dari 29 persen menjadi 18 persen pada tahun 2013 lalu.(edp)