Banjir Dadakan Masih Ancam Cepu

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Banjir dadakan akibat hujan deras, tampaknya, masih mengancam warga Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tidak normalnya saluran air di sepanjang jalan membuat air meluap kemana-kemana.

Seperti hujan deras yang mengguyur Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah selama kurang lebih tiga jam Jum’at (7/3/2014) malam, menyisakan duka bagi masyarakat. Sebab hujan yang mulai mengguyur sejak pukul  22.00 hingga 01.00 WIB, hingga pagi hari, mengakibatkan genangan air diberapa titik.

Di lingkungan SMP Negeri 4 Cepu, misalnya, genangan air hingga pukul 06.30 WIB juga masih menggenangi bangunan sekolah dengan kedalaman variasi mulai dari kedalaman 30 hingga 50 centimeter. Hal itu menyebabkan siswa tidak berani memasuki lokasi sekolah dan berjejer didepan pintu pagar masuk sekolah.

Banjir dadakan itu juga menyerang wilayah perkotaan, seperti dilokasi lingkungan Ngareng, Kelurahan Cepu, sebagian wilayah Kelurahan Karangboyo, serta seputaran Taman seribu Lampu Cepu.

Ada yang menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di Taman kebanggaan warga Cepu ini. Mobil Taft tampak teronggok diatas batas antar jembatan di lingkungan taman. Diperkirakan, mobil itu menghindari kondisi genangan air di Seputaran taman dan hendak memutar balik.

Baca Juga :   Sekretaris Komisi C DPRD dan Ketua AKD Bojonegoro Kirim Ucapan Selamat Pelantikan Bupati dengan Bibit Mangga

 Namun, dikarenakan sopir tidak begitu mengenal medan, bantir setir terlalu dalam hingga menabrak batas jembatan. Kontan saja, mobil teronggok diatasnya.

Sementara itu, di Seputaran jalan Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di depan Kantor Desa Mulyorejo yang menjadi langganan banjir, juga terlihat aktivitas pemilik toko yang membersihkan kotoran sampah dan air banjir yang tersisa.

Di lokasi inilah kondisi banjir dadakan akibat turun hujan deras yang paling parah. Untuk melintas di jalan tersebut, harus menunggu hingga minimal selama 2 jam menanti kondisi air surut.

Seperti dialami oleh Panji, Warga Desa Kentong yang malam itu melintas dilokasi banjir tersebut.”Ya terpaksan harus menunggu sampai surut. Daripada harus memutar hingga 10 KM untuk mencapai rumah,” katanya.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *