SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Perbaikan jalan tambal sulam dengan pengaspalan hotmic oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) di jalan yang menghubungkan Desa Pojokwatu, Desa Sambong hingga Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah diminta untuk segera dilanjutkan. Dikarenakan material basecourse atau koral pemadat jalan yang telah lama berserakan, sehingga mengganggu pengguna jalan.
Di lapangan material koral pemadat itu sudah dilakukan sebulan yang lalu, namun hingga kini proses lanjutan dengan pengaspalan tak juga kunjung dilakukan. Kondisi itu menyebabkan beberapa pengguna jalan, khususnya roda dua banyak yang terpeleset.
“Kita meminta kepada Pertamina Cepu untuk segera menekan kontraktornya segera melanjutkan pembangunannya,” kata Kepala Desa Ledok, Sardi kepada suarabanyuurip.com, Sabtu,(8/3/2014).
Sardi menilai, jika kondisi itu terlalu lama dibiarkan dikhawatirkan material koral akan semakin amblas diterjang air hujan. “Apalagi saat ini musim hujan, dibeberapa titik sudah terlihat selain berserakan koral juga banyak yang tergerus air hujan karena kondisi jalan ada yang menurun,” imbuhnya.
Desakan Sardi untuk segera dilakukan kelanjutan pengerjaan ini bukan tanpa alasan. Dia mengaku sebelumnya jalan itu akan digarap oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.”Berhubung sudah ada kesanggupan dari Pertamina untuk melakukan perbaikan dengan aspal hotmic,” tandasnya.
Seperti disampaikan Public and Government Relation Staff Pertamina Asset IV, Aulia Arbiani kepada suarabanyuurip.com, bahwa pembangunan sepanjang jalan menuju lokasi Pertamina Distrik Ledok Field Cepu itu dilaksanakan PT. Culamega Perkasa, kontraktor pemenang tender. Sedangkan perbaikan normalisasi jalan dengan tambal sulam jalan sepanjang 2,2 kilo meter.(ali)