SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan- Nilai ekspor di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada tahun 2013 ini naik mencapai 124,27 persen di banding tahun 2012.
Dari data di Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskopindag)Lamongan, ppada tahun 2012 nilai ekspor senilai Rp42.375.000.000 dan di tahun 2013 naik menjadi Rp76.473.933.160.
Kenaikan nilai ekspor tersebut menurut Plt Kepala Diskopindag Setyo Basuki yang disampaikan melalui Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni, karena selama tahun 2013 terdapat penambahan tiga institusi pelaksana ekspor. Â Yakni CV. Mitra Karya, PT. QL Hasil Laut, dan H. Bandi.
Menurut Zamroni, kenaikan jumlah institusi tersebut tidak lepas dari peran Pemkab Lamongan yang secara kontinyu melakukan pembinaan terkait dengan prosedur ekspor dan impor. Juga memberikan informasi peluang pasar perdagangan luar di negeri serta promosi dan misi dagang.
Selama ini, lanjut dia, komoditi yang banyak diekspor dari Kabupaten Lamongan yakni sarung tenun ikat, kerajinan UMKM, hasil ikan laut. Dimana komoditi sarung tenun ikat dan kerajinan UMKM pelaksanaan ekspornya banyak dilakukan oleh pihak ketiga.
“Jumlah institusi pelaksana ekspor di tahun 2012 hanya ada 49 institusi, di tahun 2013 menjadi 52 institusi atau naik sebesar 6,12 persen,” kata Zamroni kepada suarabanyuurip.com, Senin (10/3/2014).
Dia mengungkapkan, dilihat dari nilai ekspor bersih, maka nilai impor kenaikannya mencapai 53,39 persen. Yakni nilai ekspor dikurangi nilai impor sehingga menjadi Rp65.002.843.186. Peningkatan ekspor ini terus dipacu Pemkab Lamongan untuk mengangkat Pendapatan Asli Daerah (PAD).( tok)