SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Menjelang pemilihan legislatif (Pileg) yang dilakukan secara serempak pada bulan April mendatang, sejumlah warga sekitar proyek Banyuurip mengaku masih bingung menentukan pilihannya. Baik caleg dari kabupaten, provinsi, maupun pusat.
Selain belum mengenali visi dan misi para caleg, menurut  mereka, image buruk dunia politik diduga menjadi penyebab bingungnya warga menentukan pilihan. Sehingga sebagian besar warga belum memiliki kriteria caleg yang sesuai harapan.Â
“Sampai sekarang masih bingung,” ujar Rofik, salah satu pemuda Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Warga lain Karsono, juga mengaku bingung menentukan pilihan wakil rakyatnya. Dia merasa kinerja legislator yang terpilih periode sebelumnya, belum mampu merealisasikan aspirasi rakyat.Â
“Buktinya harga-harga pada naik. Termasuk BBM,” kritiknya.Â
Dia menyatakan, legislator yang periode sekarang telah menjabat belum tentu pada pileg tahun ini akan terpilih lagi. “Rakyat sudah pintar sekarang,” ucapnya.Â
Sebelumnya, sejumlah warga proyek Banyuurip, Blok Cepu kepada suarabanyuurip.com mengaku juga tidak mengenal para caleg yang akan bertarung memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat. Baik tingkat daerah, propinsi, maupun pusat.Â
Sekadar diketahui, Kecamatan Gayam yang dikenal sebagai daerah industry migas Blok Cepu masuk Daerah Pemilihan (dapil) 5 yang meliputi Kecamatan Padangan, Kasiman, Kedewan, Malo, dan Kalitidu. (roz)