SuaraBanyuurip.com – Mugito
Bojonegoro – Pasca erupsi Gunung Kelud, Sabtu – Minggu (8-9/03/2014) warga Bojonegoro melalui komunitas Land Rock menyalurkan logistik berupa 1500 paket bantuan berupa mie instan dan alat mandi di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Selain itu menggelar trauma healing dengan membawa satu unit lengkap hiburan campursari.
Dua pekan sebelumnya di Kecamatan, Ngancar, Kabupaten Kediri, untuk gerakan kemanusiaan kali kedua itu mengambil lokasi di Dusun Klangon dan Sedawun, dua kawasan yang masuk Desa Pandansari itu masih berkondisi parah, ribuan tentara, polisi dan relawan saling berbakti sosial untuk memperbaiki kerusakan rumah warga di dua dusun.
“Memang kelud tidak lagi kalut, tapi pemukiman warga yang berada didekatnya mengalami dampak sosial dan ekonomi yang luar biasa, mereka masih butuh kepeduliaan dari sesama. Terutama kalangan anak anak, mereka butuh dihibur dari rasa trauma saat di barak pengungsian dulu,“ kata Heru Sugiharto, juru bicara Land Rock Bojonegoro.
Menurutnya, Dusun Klangon – Sedawun hanya berjarak 3 kilo meter (Km) dari kawah Gunung Kelud itu masih nampak porak poranda, membentang di dua dusun aliran lahar dingin menyisakan tumpukan material batu besar dan ambruknya jembatan di Dusun Klangon. Iring iringan logistik warga Bojonegoro, Â 1 Unit Truk, 2 Unit Pick Up, 1 Unit Elf saat datang malam hari dilarang masuk ke kedua dusun tersebut.
Dikarenakan jalan menuju kedua lokasi berkondisi hancur akibat diterjang banjir lahar dingin, jalan satu satunya hanya melewati sungai aliran lahar dingin. Himbauan larangan masuk ke sungai itu terpasang di Posko, berjaga ketat sejumlah polisi dan tentara disana. Akhirnya rombongan bersepakat untuk menggelar trauma healing di Balai Desa Pandansari, yakni menunda masuk di dua dusun untuk keesokan harinya (Minggu:Red).
“Ini baru yang pertama kali, ada bantuan logistik dan ada bantuan musik campursarian. Nyanyi bersama anak anak sekolah dasar, mereka senang semuanya dan saling berjoget,“ kata Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Pandansari Sucipto saat mendampingi warganya menonton meriahnya alunan musik dari Warga Bojonegoro.
Terutama saat biduan Via dan Pipit membawakan lagu oplosan, sekitar 200 anak anak dan warga dewasa menirukan gaya tarian Yok Keep Smile (YKS), program siaran Trans TV. Ditengah acara nyanyi, dibagikan hadiah untuk warga. Keesokan paginya (Minggu:Red), rombongan menuju ke dua dusun, melintasi sungai yang masih mengalir lahar dingin.
Di seberang sungai, warga dihibur kembali dengan musik. Di sana diturunkan logistik sebanyak 1500 paket bantuan, dibagi untuk dua dusun. Kepala Dusun Klangon Djumali dan Kepala Dusun Sedawun Imam, keduanya membagikan bantuan kepada perwakilan dari kepala keluarga dari masing masing dusun.
“Kami terharu dan bangga dengan niat peduli ini, kami tidak bisa membalas kebaikan ini dan hanya Allah yang maha tahu segalanya,” kata Imam sambil menyalami Bambang Nyatis, Land Rock teman dekat Bupati Bojonegoro Suyoto.
Kemudian masing masing mendekat ke warga kedua dusun untuk berpamitan ke Bojonegoro. Mereka itu Santoso, Parman, Agus Hariyanto, Arif Prihatin, Ketut Budi Santoso, Ali, Agus, Jaka, Kelik Wahyu, Marno, Heru Sugiharto, Endah, Suwondo, Pandhi, Kadah, Cahyo, Barno, Mujait, Bambang Nyatis, Reinno, Hari Cahyono, Bagyo dan Crew Campursari Tombo Ati Samuri, Tantoko, Via, Pipit, Gondrong, Danang.Â