SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Demo menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang digelar puluhan mahasiswa dari Forum Mahasiswa Tuban (FMT), Rabu (12/3/2014) berlangsung ricuh. Empat mahasiswa ditangkap polisi dalam unjuk rasa tersebut.
Kericuhan terjadi ketika rombongan mahasiswa berada di pertigaan barat dari Taman Makam Pahlawan (TMP), Jalan Pahlawan, Tuban, di hadang puluhan petugas kepolisian. Petugas meminta supaya mahasiswa menanggalkan spanduk berisi tuntutan yang mereka bawa. Kontan permintaan ini mendapat penolakan dari mahasiswa.
“Kami tidak akan melepaskan spanduk ini,†teriak beberapa mahasiswa menolak permintaann petugas.
Mendapat penolakan, puluhan petugas langsung menghadang rombongan mahasiswa. Aksi saling dorong dan juga kericuhan tidak dapat dihindari ketika mahasiswa berusaha mempertahankan spanduk yang mereka bawa.
Bahkan empat mahasiswa yang diketahui berasal dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) diamankan petugas keamanan. Mereka ditahan dan langsung dimasukkan kedalam truck.
“Jangan ada yang memukul, diamankan saja,†kata salah satu perwira kepolisian di lokasi memperingatkan anggota mereka.
Melihat empat rekannya ditahan, membuat mahasiswa yang terdiri dari beberapa elemen mahasiswa tersebut semakin beringas. Mereka sempat mengejar petugas dan berusaha menahan truck dimana rekan mereka ditahan.
“Kami sudah memasukkan ijin aksi kali ini, kenapa teman kami ditahan?†kata Fathur, salah satu aktivis mahasiswa dari PMII Tuban.
“Ada empat rekan kami yang ditahan, kami minta supaya petugas keamanan membebaskan mereka,†jelas Syaiful, salah satu aktivis dari LMND Tuban.
Diketahui, empat mahasiswa yang ditahan adalah Niha, Rudin, Winda, dan juga Sudir. Mereka langsung diangkut menggunakan truck dan diamankan petugas kepolisian.
Rencananya, SBY akan datang ke Kabupaten Tuban Kamis (13/3/2014) besuk, untuk mengunjungi sejumlah tempat diantaranya TPPI. (edp)