Peternak Blok Cepu Kesulitan Gembala Ternak

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Berkurangnya lahan pertanian akibat pembebasan lahan untuk kepentingan proyek ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu membuat pemilik ternak di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur semakin sulit untuk mengembala ternak peliharaannya. Mereka hanya bisa memanfaatkan sisa lahan kosong yang belum digarap.

Salah satu peternak Desa Gayam, Jasman, mengatakan, sejak dimulainya proyek migas Banyuurip membuat lahan yang biasanya digunakan menggembala telah beralih fungsi. “Sekarang susah untuk mengembala kambing, Pak. Jadi terpaksa menggunakan lahan yang masih kosong ini untuk mengembala kambing saya,” kata Jasman kepada suarabanuurip.com, Kamis (13/03/2014).

Pria lanjut usia ini mengaku, sebelum lahan dibebaskan masih mudah untuk menggembal kambing. Karena banyak lahan yang kosong dan tidak ditanami oleh pemiliknya setelah panen. “Kalau tidak hujan saya memilih mengembala dihutan yang jaraknya sekitar 5 kiloan meter ke arah timur dari perkampungan. Tapi, kalau musimnya sering turun hujan seperti ini ya terpaksa memanfaatkan lahan sedikit yang kosong atau dipinggir jalan untuk mengembala, Pak,” ujar Jasman menuturkan.

Baca Juga :   RPS Buka Sekolah Jurnalistik

“Ya mau bagaimana lagi, Pak. Sulit tidak sulit tetap saya tekuni saja sebagai peternak kambing untuk menyambung hidup. Karena usia juga sudah tua,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, lebih dari 500 hektar lahan pertanian di wilayah Kecamatan Gayam yang sudah terbebaskan untuk kepentingan proyek Migas Banyuurip, Blok Cepu yang di operatori Mobil Cepu Ltd (MCL). Ratusan hektar lahan tersebut diantaranya tersebar di Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, Brabowan, Sudu dan Ngraho.

Jasman adalah potret kecil peternak di ladang migas Blok Cepu yang sampai kini masih bertahan meski ladang penggembalaannya telah habis tergerus proyek migas Blok Cepu. Masih banyak peternak lainnya yang bernasib sama dengan Jasman.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *