SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Blora, Jawa Tengah mendatangai kantor DPRD Kabupaten Blora. Adapun tujuan kedatangan mereka meminta agar DPRD Kabupaten Blora memperjuangkan Harga Patokan Petani (HPP) gula tahun 2014 minimal sebesar Rp9.500 per kg.
Kedatangan mereka diterima oleh Ketua DPRD Kabupaten Blora, Maulana Kusnanto, Plt. Sekretaris Daerah (Sekda), Sutikno Slamet dan perwakilan dari Komisi B, Irma Isdiana, Dwi Astuningsih dan Yulianto.
“Kami minta dewan mampu memperjuangkan agar HPP gula sebesar Rp9.500 per kg,†tegas Anton Sudibyo perwakilan APTRI Blora.
Dalam audiensi tersebut, Anton mengungkapkan, jika HPP gula yang diusulkan Kementerian Pertanian kepada Kementerian Perdagangan tidak disetujui, dikhawatirkan petani tebu Blora akan merugi. Hal itu untuk mengantisipasi biaya produksi maupun jika rendemen tebu rendah.
Sementara  Ketua DPRD Blora, Maulana Kusnanto, menyatakan, memahami apa yang menjadi kekhawatiran petani. Menurutnya Kusnanto, HPP Gula sangat menentukan nasib petani tebu untuk itu perlu diperjuangkan.
“Jika petani tebu merugi, maka petani tebu Blora akan beralih ke komoditas lain yang lebih menguntungkan. Padahal tahun ini pabrik gula PT. Gendhis Multi Manis (GMM) di desa Tinapan Kecamatan Todanan sudah siap produksi,” ujarnya.
Oleh karena itu, DPRD menurut Kusnanto, Â siap mendukung langkah APTRI Blora baik moral maupun fisik. Kami minta petani tebu tetap menjaga iklim kondusif.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Sutikno Slamet  juga mendukung langkah dari APTRI Blora. “HPP gula harus diperjuangkan karena menentukan hidup matinya petani tebu,†tandas dia.(ali)