Disiapkan Rp 1 M untuk Darurat Bencana

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Curah hujan yang tinggi hampir sepekan terakhir  di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membuat khawatir masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo. Karena luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa itu  mengancam tempat tinggal mereka.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Amir Syahid, mengungkapkan, adanya ancaman tanah longsor akibat luapan sungai maupun anak sungai Bengawan Solo yang mengakibatkan rumah warga roboh, pemerintah kabupaten (Pemkab) akan mengambil langkah konstruktif.

“Langkah itu agar  masyarakat tidak kehilangan tempat tinggalnya dan menyiapkan langkah ke depan supaya tidak tergerus lagi,” tegas Amir kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (14/3/2014).

Dia mengaku, langkah konstruktif ini akan dikoordinasikan dengan lintas sektor yang terkait baik itu Dinas Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum, maupun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) yang memiliki program bedah rumah dan sebagainya untuk membantu warga.

“Tidak ada wacana relokasi karena harus ada penyiapan lahan dan biaya yang dibutuhkan akan sangat besar,” sergahnya.

Baca Juga :   Maret, Pertamina EP Laksanakan Program Kambing

Mantan Camat Balen ini menyampaikan, upaya yang dilakukan untuk menahan gerusan akibat luapan air sungai adalah glangsi dan pembuatan bronjong. Hal itu akan dilakukan agar air tidak meluap lagi karena akan sulit melakukan pekerjaan pada musim penghujan seperti sekarang ini.

Amir mengatakan, secara konstruktif  BPBD tidak menyiapkan anggaran untuk pembuatan bronjong ataupun glangsi di beberapa titik bantaran sungai yang dekat pemukiman warga. Tetapi untuk penanganan darurat bencana telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 miliar.

“Untuk konstruktif ada di SKPD lain, “ tegasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *