SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Budaya gotong royong yang melekat erat di tengah-tengah masyarakat pedesaan lambat laun mulai  kian jarang dilakukan warga sekitar lokasi proyek Banyuurip, Blok Cepu. Termasuk diantaranya di Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Gotong royong seperti sudah tidak ada lagi,” kata Kepala Desa Cengungklung, Totok Harianto, Sabtu, (15/3/2014).
Selain karena dampak kesibukan diproyek migas, dia menilai, lunturnya budaya gotong royong itu karena pada sekarang ini masyarakat cenderung matrealistis. “Sekarang kalau tidak ada uangnya, rasa-rasanya malas untuk bekerja bakti dengan gotong royong,” kritiknya.
Apa yang diungkapkan kades ini juga sebagai bentuk salah satu apresiasi terhadap kegiatan Employee Volunteer Program yang diselenggarakan Mobil Cepu Ltd (MCL) dengan Society Education Centre (SEC).
“Kegiatan ini bagus, kedepannya bisa terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Kades berharap, gotong royong yang notabene merupakan karakter masyarakat desa bisa kembali bangkit meski ditengah gemerlap industri.(roz)