SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan- Musim panen padi selalu menjadi berkah tersendiri bagi para pengusaha huller (penggilingan padi)keliling. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, para pemilik huller hanya dengan bermodalkan membeli solar 15 liter, mereka mampu meraup omzet minimal Rp 1 juta perhari.
Dari pantauan, saat ini sebagian pertanian di wilayah Lamongan mulai masa panen. Biasanya petani langsung menggilingkan hasil panenannya melalui jasa huller keliling. Para petani lebih meminati huller keliling dari penggilingan duduk karena lebih efisien dan tidak bersusah payah mengangkut hasil panenannya.
Seperti di Desa Bluluk, Kecamatan Bluluk, huller keliling atau oleh masyarakat menyebutnya grantek banyak beroperasi dengan mendatangi langsung lokasi yang sedang panen.
“Petani panen kami juga ikut panen mas,” ujar salah satu pemilik huller keliling, Ihsan kepada suaraBanyuurip.com, Senin (17/3/2014).
Dalam bekerja Ihsan dibantu 3 orang karyawan. Mereka berkeliling kedesa-desa yang sedang panen padi. Untuk operasional huller setiap harinya membutuhkan solar sebanyak 15 liter. Dari waktu bekerja mulai pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB, Ihsan mengaku mendapat penghasilan minimal Rp1 juta.
“Ongkos selepnya Rp 5 ribu per sak (karung),“ ujar Ihsan.
Walau termasuk usaha ilegal, keberadaan huller ternyata sangat membantu petani saat panen. Petani bisa langsung mendapatkan hasil panenan bersih setelah digiling disawah. Beda jika harus menyelep di gudang prosesnya lebih rumit dan memakan banyak biaya karena hasil panenan harus terlebih dahulu dibawa pulang.
“Enakan digrantek (selep huller) ongkosnya murah dan tidak merepotkan,” ujar salah satu petani Bluluk, Dullah.(tok)