SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Meski saat ini aktifitas proyek Banyuurip, Blok Cepu, masih tinggi, namun pengangguran mulai membayangi warga di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupten Bojonegoro, Jawa Timur. Terutama para pekerja kasar.
“Sekarang belum terasa,” kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gayam, Warsito kepada suarabanyuurip.com, Senin (17/3/2014).
Warsito memperkirakan, jumlah pengaguran akan mulai terlihat manakala pengerjaan konstruksi lapangan Banyuurip telah selesai. “Tentu akan banyak sekali mas,” tuturnya.
Meski begitu, sejauh ini dia belum mau berspekulasi lebih jauh tentang bagaimana kondisi riil warga sekitar proyek Banyuurip.
“Kita lihat nanti saja, adanya proyek juga membawa banyak perubahan positif,” tuturnya.
Untuk diketahui proyek Banyuurip, Blok Cepu diklaim telah mencapai sekitar 80 persen, MCL selaku operator Blok Cepu terus berupaya menyelesaikan proyek untuk mengejar target produksi puncak sebesar 165 ribu barel per hari (bph).
Saat lebih dari 6000 pekerja terserap di mega proyek Banyuurip. Dari jumlah itu sebanyak 4000 ribu orang merupakan tenaga kerja lokal Bojonegoro.(roz)