SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Pedagang perlengkapan safety dan pakaian khas proyek migas di sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu mengaku mulai sepi pembeli. Bahkan terancam gulung tikar.
“Tambah sepi mas, kan pekerjanya mulai berkurang,” kata Diva salah satu pedagang ditemui suarabanyuurip.com ditokonya, Selasa (18/3//2014).
Dia menceritakan, barang dagangannya sekitar dua tahun silam sempat laris manis lantaran banyak pekerja yang membutuhkan perlengkapan atribut proyek migas. Mulai dari helm, sarung, tangan, hingga baju.
“Awalnya warga yang bekerja disini banyak yang menanyakan, kemudian saya muali kulakan perlengkapan pakaian migas,” terangnya.
Kendati begitu dia tetap optimis dan mengaku tetap akan menekuninya. Sebab, menurut dia, meski menurun tapi atribut migas masih akan tetap dibutuhkan. “Paling yang beli cuma yang bagian tertentu saja,” ucap Ibu satu anak itu.(roz)