SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Sebanyak 60.614 siswa dari jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur tahun 2014 ini menerima  program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Program ini adalah program bantuan yang diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu agar mereka tetap dapat sekolah.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Agus Suyanto yang disampaikan melalui Kabag Humas dan Infokom M. Zamroni, bahwa dalam waktu dekat ini anggaran BSM akan segera turun. “BSM pada tahun 2014 ini akan cair paling lambat sebelum ujian semester berlangsungâ€, ungkap dia.
Data pada Dinas Pendidikan menyebutkan, tahun ini terdapat 60.579 siswa yang mendapat BSM. Rinciannya terdapat 27.518 siswa SD dari 634 lembaga yang akan menerima bantuan masing-masing sebesar Rp. 425.000 pertahun. Kemudian ada 15.774 siswa SMP dari 141 lembaga masing-masing menerima sebesar Rp. 575.000 pertahun, 7.322 siswa SMA dari 65 lembaga dan 9.965 SMK siswa dari 62 lembaga akan menerima bantuan sebesar Rp. 1.000.000 pertahun.
“Bantuan tersebut akan masuk pada rekening masing-masing siswa melalui BPD Bank Jatim. Sesuai dengan petunjuk Bapak Bupati, Fadeli, jangan sampai ada siswa di Lamongan yang tidak sekolah hanya karena tidak memiliki biaya,“ imbuh dia.
“Jumlah siswa penerima BSM ini belum termasuk yang berada di bawah Kementerian Agama,†lanjut dia.
Zamroni juga mengungkapkan, persyaratan siswa yang menerima BSM. Yakni siswa dari rumah tangga yang memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS), siswa yang memiliki kartu BSM, siswa yang terdaftar pada keluarga Program Keluarga Harapan (PKH), atau dari usulan sekolah dengan membawa surat keterangan dari RT/RW/Kelurahan bahwa siswa tersebut dari keluarga miskin.
Pada bulan Juli dan Agustus mendatang akan ada pendataan ulang terkait siswa penerima BSM dikarenakan di tahun ajaran baru akan ada siswa kelas tiga yang keluar dan masuknya siswa baru.
Sedangkan tahun lalu, penerima BSM di Lamongan tercatat sebanyak 43.746 siswa tercover program ini. Yakni terdiri dari 11.749 siswa SD dari 614 lembaga pendidikan. Selanjutnya ada 15.335 siswa SMP, 7.126 siswa SMA dan 9.536 siswa dari SMK.(tok)