Petani Berladang di Lahan Perhutani

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Tak sedikit warga di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memanfaatkan lahan perhutani untuk bertani. Hal itu seiring berkurangnya lahan pertanian yang ada di sana akibat terbebaskan untuk kepentingan proyek migas Blok Cepu yang dioperatori Mobil Cepu Ltd (MCL).

Tercatat, sekira seluas 500 hektar lahan pertanian di enam desa di wilayah Kecamatan Gayam telah dibebaskan untuk kepentingan proyek Blok Cepu. Ratusan hektar lahan itu berada di Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, Brabowan, Sudu dan Ngraho.

Dari pantauan menyebut, salah satu lahan perhutani yang dimanfaatkan warga untuk berladang adalah di wilayah RPH Gledegan, BKPH Clangap, KPH Bojonegoro. Sedangkan warga yang memanfaatkan lahan perhutani itu berasal dari warga Desa Mojodelik dan Gayam, Kecamatan Gayam.

Seorang warga Desa Mojodelik, Suyati, mengaku, lahan perhutani saat ini menjadi salah satu pilihannya untuk tetap bisa melakukan aktifitas bertani. “Ada yang menanam padi, jagung, kacang tanah, kacang hijau dan lain sebagainya, Pak,” kata Suyati kepada suarabanyuurip.com, Kamis (20/03/2014).

Baca Juga :   Penghuni Lapas Bojonegoro Lebihi Daya Tampung

Wanita lanjut usia ini menjelaskan, banyaknya warga menggunakan lahan perhutani di wilayah RPH Gledegan, BKPH Clangap akibat berkurangnya lahan pertanian yang ada di Desa Mojodelik karena  dijual untuk kepentingan proyek Banyuurip.

“Sejak dulu sudah biasa warga menggunakan lahan perhutani untuk bercocok tanam. Namun, tidak sebanyak saat ini. Tapi sekarang banyak sekali yang menggunakan lahan perhutani ini,” tutur dia, menjelaskan.

“Perhutani memperbolehkan warga menggarap dilahannya. Terpenting pohon jatinya juga ikut dirawat dengan baik, dan andaikan toh nanti ditutup juga tidak apa-apa kami pasrah saja dengan keadaan saja, Pak,” sambung Pujiatun petani lain yang mengaku asal Desa Gayam tersebut.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *