Renovasi RSUD Type B Proses Tender

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro  – Dinas Pekerjaan Umum (DPU)  Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku, sedang melakukan proses tender untuk merenovasi bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Type B yang berada di Jalan Veteran Kecamatan Bojonegoro. Renovasi itu dilakukan karena bangunan megah yang akan digunakan untuk RSUD bertaraf internasional itu mangkrak kurang lebih selama tujuh tahun.

Sekretaris DPU Pemkab Bojonegoro, Andik Sujarwo mengatakan, berdasarkan jadwal dan tahapan yang harus dilakukan, proses tender ini akan selesai pada  April 2014 mendatang. Sehingga diharapkan pada tahun 2014 ini rumah sakit Sosodoro Djatikoesoemo Tipe B itu sudah bisa digunakan.

“Berdasarkan jadwal perkirakan Bulan April sudah selesai proses lelang, dengan total anggaran senilai Rp39 Miliar,” ujarnya, Kamis (20/03/2014).

Proses pengerjaan tender yang dilakukan DPU hanya sebatas fisik. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan DPU  dana sebanyak Rp39 miliar itu nantinya untuk melakukan perbaikan dan kelengkapan insfrastruktur gedung. Sedangkan untuk peralatan akan dikerjakan oleh SKPD lain.

“Kalau yang diketahui anggaran 2014 ini untuk menyelesaikan apa yang kurang sekarang,” tambahnya.

Baca Juga :   Kecelakaan Beruntun, Mobil Pikup Hangus Terbakar

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bojonegoro melakukan aksi unjuk rasa menuntut agar rumah sakit veteran tersebut segera difungsikan. Mengingat gedung tersebut sudah mangkrak selama kurang lebih 7 tahun. Rumah Sakit Type B di Jalan Veteran yang dibangun era Bupati Santoso itu menelan biaya sebesar Rp110 miliar.

“Rumah sakit itu sengaja ditelantarkan oleh Pemerintah Daerah setempat,” jelas Korlap Aksi PMII, MA Sadullah.

PMII menilai jika pemangkrakan bangunan RS itu merupakan pelanggaran Peraturan Pemerintah RI nomor 11 tahun 2010 tentang Penertiban dan Penyalahgunaan Tanah Terlantar dan UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Publik serta UUPA nomor 5 tahun 1960 tentang Penelantaran Aset Daerah.

“Bangunan yang dulu digadang-gadang rumah sakit bertaraf internasional itu sekarang kumuh,” tandasnya.

Sadullah menambahkan, tuntutan difungsikannya rumah sakit di veteran itu karena Rumah Sakit Dr. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro yang sekarang kondisinya sering overload dan bangunan plafon atapnya ambrol.

“Sesuai data yang kami pegang  APBD Bojonegoro tahun 2014 Rp2,2 triliun dan PAD tahun 2013   yang terbesar dari sektor migas dan kedua RSUD,” pungkas dia.(rien)

Baca Juga :   Truk Molen Terguling Usai Ngecor

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *