SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengeluhkan berubahnya suhu udara di wilayah setempat. Saat ini mereka merasakan suhu udara yang lebih panas dibandingkan sebelum adanya proyek migas yang dioperatori Mobil Cepu Ltd (MCL) tersebut.
Seorang warga Deda Gayam, Wajib, menduga, meningkatnya suhu udara di Gayam saat ini akibat dari kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumur minyak Banyuurip. Dia membandingkan, sebelum adanya proyek Migas Blok Cepu cuaca panas meningkat hanya ketika musim kemarau. Namun disaat musim hujan seperti ini malah suhu udara terasa panas.
“Selain itu kalau dulu lahan pertanian tidak mudah kering. Tapi sekarang meski musim hujan lahan pertanian juga mudah sekali kering. Sehingga membuat pertumbuhan tanaman juga terganggu,” kata Wajib kepada suarabanyuurip.com, Kamis (20/03/2014).
Senada diungkapkan oleh tenaga peneliti Pusat data (Pusda) kota, Agri Sasongko. Dia mengatakan, sesuai hasil kroschek yang dilakukan dilapangan ditemui banyak warga sekitar yang mengaku adanya peningkatan hawa panas yang dirasakan saat ini. Contoh sederhana saja, selain lahan pertanian mudah kering, juga kulit warga yang dulu coklat (sawo matang) sekarang banyak yang hitam.
“Saya yakin ada peningkatan hawa panas di desa sekitar Banyuurip, Mas. Namun, apakah itu pengaruh dari pengerjaan proyek Migas atau tidak, dan sampai berapa derajat peningkatannya itu yang bisa tahu atau mengukur adalah orang yang ahli bagian geologi,” jelasnya.
Pria asal Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro itu berharap dinas terkait baik dinas pertanian maupun yang lainnya untuk segera melakukan tindakan untuk mengantisipasi kondisi warga sekitar ladang Migas Blok Cepu tersebut. “Agar kedepan warga tidak semakin terpuruk, dan utamannya adalah petani yang ada disekitarnya,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup (Kadin BLH) Bojonegoro, Tedjo Sukmono ketika dikonfirmasi kejelasan tentang meningkatnya suhu panas di sekitar ladang Banyuurip hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.(sam)