SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Lima pemuda Bojonegoro, Jawa Timur yang beberapa bulan lalu mendapatkan pelatihan migas dari PT. EL Nusa, perusahaan migas, mengadukan nasibnya kepada Bupati Bojonegoro, Suyoto. Karena sampai saat ini mereka masih belum memperoleh pekerjaan, sedangkan sejumlah teman seangkatannya telah memperoleh pekerjaan.
“Kami ingin bupati mencarikan pekerjaan di proyek migas seperti teman-teman kami yang lainnya,” kata Jurais Al Qorni (20), pemuda asal Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, saat mengikuti diaolog publik saban Jum’at di Pendapa Malwopati, Jum’at (21/3/2014) kemarin.
Jurais menceritakan, pada akhir tahun 2012 silam dia bersama 49 temannya yang lain mengikuti pelatihan dari El Nusa di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Migas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Setelah lulus, hanya 26 yang diterima bekerja, 23 pemuda sisanya masih menganggur sampai sekarang.
“Ini sebagai rasa solidaritas antar teman, kami mohon bapak bupati untuk membantu teman-teman yang belum bekerja ini,” tegas dia.
Sementara itu, Kepala Disnakertransos, Adie Witcaksono, mengungkapkan, dari 24 peserta, sebanyak 14 orang masih ada yang mengikuti pelatihan drilling di Pusdiklat Cepu, sisanya menunggu proses.
“Kita harus optimis, punya sertifikat itu untuk menambah daya saing tenaga kerja,” tegas Adie.
Dia juga menyampaikan, lowongan pekerjaan tidak hanya di Bojonegoro saja, tetapi luar Bojonegoro juga banyak yang membutuhkan tenaga kerja di bidang migas. Bahkan ada tawaran dari luar negeri yaitu Qatar untuk tenaga pengeboran tapi tidak ada yang berminat.
“Kebanyakan mereka menolak tawaran pekerjaan kalau ditempatkan luar Bojonegoro,” tandas Adie.(rien)