SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mempunyai banyak potensi dalam pengolahan ikan laut.
Informasi yang didapat suarabanyuurip.com, salah satu potensi dan pengolahan hasil laut yang ada di tempat tersebut adalah pengolahan terasi. Terasi biasanya dibuat dengan bahan-bahan hasil tangkapan, seperti kepiting, ikan teri, maupun ikan-ikan yang tidak bisa di jual dengan keadaan segar.
“Disini banyak pengolahan terasi, hampir satu lingkungah ada beberapa pembuat terasi,†kata Alvina, salah satu warga Desa Karangagung, Kecamata Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (22/3/2014).
Selain terasi, ada juga beberapa warga yang memanfaatkan hasil laut untuk menggunakan abon. Sama seperti terasi, abon pun dibuat menggunakan aneka macam jenis ikan. Hanya saja pengolahan antara terasi dan abon ikan jauh berbeda.
“Kalau abon ya ada abon ikan, ada abon kepiting, dan lainya. Tergantung jenisnya,†kata perempuan berusia sekitar 24 tahun ini menambahkan.
Selain itu, limbah berupa kepala ikan atau ikan-ikan yang sudah membusuk ternyata masih bisa dimanfaatkan oleh warga yang berada di kecamatan ini. Warga mengolah aneka limbah tangkapan laut menjadi palet, yaitu pakan ikan tawar seperti lele, mujair, gurami, bandeng, maupun jenis ikan yang biasa dibudidayakan di area tambak.
“Banyak sekali potensi yang ada disini, biasanya memang dilakukan oleh sebagian besar ibu untuk menambah pemasukan suami yang bekerja sebagai nelayan,†kata ketua Karang Taruna Desa Glodog, Palang, Priyo.
Untuk itu Priyo menyarankan kepada Mobil Cepu Limited (MCL) maupun Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ), yang mempunyai pipa untuk menyalurkan minyak di perairan setempat supaya memperhatikan hal ini.
“Jangan sampai CSR yang dikeluarkan salah sasaran dan tidak disesuaikan dengan kearifan lokal yang ada disini,†kata Priyo.(edp)