Peminat Pertanian Semkin Sedikit

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Pertanian tampaknya bukan sesuatu yang menarik bagi pemuda yang ada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pasalnya saat ini sudah jarang sekali pemuda yang mau melakoni profesi peninggalan nenek moyang tersebut.

Salah satu contoh, adalah sulitnya menemukan tenaga pertanian yang berasal dari kalangan pemuda. Padahal dahulu, pemuda yang ada di desa-desa di Kabupaten Tuban kerap melakukan gotong royong dengan menggarap lahan secara bergantian.

“Kalau dulu, saya dan teman-teman menggarap lahan secara bergantian. Jadi hari ini di lahan milik saya, besoknya pindah di lahan milik teman yang lain,” kata Sarkawi (60), salah satu petani yang ada di desa Tegalbang, Kecamatan Palang, Tuban, Sabtu (22/3/2014)

Tak hanya itu, petani sekarang bahkan harus mencari tenaga untuk mengolah pertanian dari luar desa. Itupun harus membuat janji jauh-jauh hari.

“Sulit mendapatkan tenaga pertanian, mencari di luar desa saja belum tentu dapat,” kata Urip (48), petani lain yang berada di Kecamatan Merakurak, Tuban.

Baca Juga :   Penetapan TSK Tunggu Penyelidikan Tuntas

Menurut dia, pemuda sekarang lebih suka bekerja lain daripada harus bertani. Diantaranya dengan bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Tuban bagi pemuda yang mempunyai pendidikan cukup.

Sementara bagi pemuda dengan pendidikan kurang, tampaknya lebih suka bekerja sebagai buruh bangunan, ataupun melakoni pekerjaan kasar lain. Bahkan banyak juga yang nekat merantau dan mengadu peruntungan di luar daerah, bahkan luar negeri.

“Lebih enak bekerja sebagai kuli bangunan atau bahkan merantau saja,” kata Khozin (26), warga Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *