Penjual Pot Bunga Kebanjiran Order

SuaraBanyuurip.com - Totok martono

Lamongan – Program Green and Clean yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemkab Lamongan, Jawa Timur, membawa berkah bagi para perajin pot bunga. Para perajin mengaku kuwalahan melayani pesanan dari warga Lamongan.

Salah satu perajin pot bunga, Hasan, mengungkapkan, dirinya mulai memproduksi kerajinan berbahan pasir dan semen itu sejak 5 bulan terakhir. Permintaan akan pot bunga dari instansi perkantoran hingga perorangan terus meningkat.

“Melayani pesanan dari sekitar Lamongan saja sudah kewalahan mas,“ kata perajin asal Desa Tanggungan, Kecamatan Pucuk itu kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (22/3/2014).

Dibantu tiga orang karyawan, setiap harinya Hasan mampu memproduksi sekira 40 buah pot bunga dengan bentuk dan ukuran beragam motif.

Kelebihan yang menjadi daya tarik pot bunga produksi Hasan ini terletak pada motif yang mengiasi badan pot.

Sedikitnya ada lima motif yakni Koroan, Plolong, Sisik, Moto-moto dan bunga.

Untuk membentuk motif dibadan pot, selain menggunakan cetak juga harus diukir langsung dengan mesin grenda. “Karena harus ngukir itu tidak bisa memproduksi massal (banyak),“ cetus Hasan.

Baca Juga :   Website Pemkab Tuban Sempat Macet

Hasan menuturkan, untuk harga tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan. Pot berukuran kecil seharga Rp12 ribu, ukuran tanggung Rp20 ribu dan ukuran besar Rp30 ribu. Dia juga mengaku, meski belum lama menekuni usaha pot bunga, tidak ada kesulitan untuk memasarkan produksi pot bunga.

Hasan mengaku, selain dijual sendiri distand miliknya di depan Gedung Olahraga (GOR) Lamongan, hasil produksinya memiliki langganan pedagang dari beberapa kecamatan.

“Banyak juga yang  langsung datang kesini. Beli satu atau dua pot,“ cetus Hasan. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *