SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Fenomena alam berupa kabut tebal menerpa wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah di setiap pagi hari. Meski hanya berlangsung tak lebih dari dua jam, namun menyulitkan pengguna jalan untuk melanjutkan aktifitas.
Kondisi terparah tebalnya kabut itu terjadi mulai pukul 04.00 sampai pukul 05.00 WIB. Hal itu menyebabkan jarak pandang maksimal hingga 15 meter.
Kondisi tersbeut disampaikan, Wahyudi, warga Cepu, Blora yang sering melakukan pengiriman barang antarkota antarprovinsi kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (25/3/2014). Dia kala itu hendak mengirim barang dari Kota Cepu menuju Semarang melalui jalur alternatif selatan.
“Jarak pandang hanya pada kisaran 10 sampai 15 meter ke depan saja. Bila tak hati-hati bisa menabrak kendaraan diepan karena terhalang kabut,” katanya.
Wahyudi mengaku, tak mengetahui secara pasti datangnya kabut di pagi hari yang begitu tebal sehingga memperpendek jarak pandang. Kabut itu biasanya datang pada masa kemarau.
“Ini masih musim penghujan kok kabut begitu tebalnya,” imbuhnya.
Kondisi itu membuat para pengguna jalan harus ekstra hati-hati. Apalagi selain kekahwatiran menabrak kendaraan di depannya atau pejalan kaki di pinggir jalan, kondisi jalan yang rusak juga menjadi perhatian sendiri.
“Apalagi kalau pada malam harinya habis turun hujan. Kondisi lubang jalan yang tergenang akan semakin tak terlihat,” ungkap Wahyudi. (ali)