SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Menjelang Pemilu Legislatif  tanggal 9 April 2014 mendatang, Satpol PP Kabupaten Lamongan, Jawa Timur semakin mengintensifkan operasi.
Menurut Kepala Bidang Operasi dan Pengamanan, Satpol PP Lamongan, Alfian Helmy, operasi gencar dilakukan untuk menekan kerawanan menjelang Pemilu nanti.
“Operasi rutin dilakukan pagi hingga siang hari. Selain di Lamongan kota, operasi juga dijalankan petugas Trantib di setiap kecamatan,“ kata Helmy kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (26/3/2014).
Saat operasi Selasa (25/3/2014) malam, petugas berhasil mengamankan satu orang perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan satu mucikari di Desa Wajik, Kecamatan Lamongan. Selain itu juga berhasil ditangkap pemilik warung miras di Desa Tanjungsari, Kecamatan Lamongan.
“Ketiganya langsung disidangkan karena sudah kedua kalinya ini tertangkap operasi petugas, “ kata Helmy yang juga dosen Unisda ini.
Siang tadi saat kembali menggelar operasi rutin, petugas berhasil mengamankan anak jalanan (Anjal) yang sedang mengamen di lampu merah dekat alun-alun Lamongan.
Meski setiap menggelar operasi petugas Satpol PP berhasil mengamankan Anjal, orang gila maupun Gelandangan Pengemis (Gepeng), Helmy mengaku kesulitan dalam menyalurkan para tersangka.
“Tidak ada tempat penampungan bagi Anjal, Gepeng maupun Orgil di Lamongan. Dinas Sosial Lamongan sendiri mengaku tidak bisa menangani para tuna susila tersebut karena keterbatasan tempat,“ keluh Helmy.
Karena tidak ada tempat penampungan, Satpol PP Lamongan akhirnya hanya sebatas memberikan peringatan dan pengarahan para tuna wisma yang terjaring operasi. “Habis ditangkap, mereka kembali lagi kejalanan. Ini sangat dilematis,“ ucapnya lagi. (tok)