SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Kepala Desa (Kades) Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Muhail, mengatakan, pihaknya khawatir apabila warga yang selama ini menambang di lapangan Gegunung tidak dilibatkan dalam pengelolaan sumur tua, bakal terjadi pembalakan jati secara liar.
Selama menambang di sumur minyak tua Gegunung, mereka membantu mengamankan hutan dari praktik pembalakan liar. Untuk itu dia meminta kepada Pemkab ataupun DPRD Tuban memperhatikan permasalahan ini.
“Kita takut pencurian kayu kembali terjadi lagi,†jelas Hail, sapaan akrab Muhail, Rabu (26/3/2014).
Hail memberikan alasan, karena selama ini warga yang melakukan penambangan sumur minyak tua yang merupakan kawasan milik dari PT Perhutani, ikut menjaga tumbuhan yang ada di sekitar sumur tua.
“Selama ini menambang sekaligus menjaga hutan, kalau mereka tidak diijinkan menambang siapa yang akan menjaga hutan tersebut,†kata Hail mengungkapkan alasannya.
Tak hanya menjaga, para penambang justru ikut melestarikan alam sekitar. Salah satunya dengan ikut melakukan penanaman pohon. Supaya sekitar sumur tua menjadi tempat yang teduh dan tetap terjaga keasriannya.
“Semestinya ini menjadi hal yang perlu dipikirkan, untuk itu kami minta penambang tradisional yang merupakan warga lokal harus dilibatkan,†tegasnya.
Permasalahan penngelolaan sumur tua yang menjadi rebutan antara masyarakat penambang dengan PD Aneka Tambang maupun PT Tawun Gegunung Energi, selaku KSO Pertamina terus bergulir. Hingga saat ini, penambang tradisional tetap bersikukuh supaya dapat ikut terlibat dalam pengelolaan, bukan sekedar dilibatkan dalam pekerjaan yang bersifat sementara.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Tuban, Agung Supriyanto, tidak memberikan jawaban atas konfirmasi Suarabanyuurip.com atas hasil penanganan, maupun mediasi yang dilakukan para wakil rakyat tersebut. Sudah beberapa kali untuk membahas permasalahan ini.(edp)