SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Puluhan pedagang burung peliharaan yang berada di belakang Pasar Baru Tuban, Jawa Timur, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat memberikan ruang atau tempat relokasi khusus kepada mereka, Rabu (25/3/2014).
Pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Burung Belakang Pasar Tuban itu menyampaikan tuntutan dengan pemasangan sejumlah poster dan spanduk di lokasi setempat. Selain itu, mereka juga memasang sejumlah sangkar berisi burung di badan jalan. Aksi yang sontak menarik perhatian warga yang melintas menyebabkan macet di sekitar jalan yang biasa disebut pasar bongkaran Tuban ini.
“Kami meminta supaya pemerintah memperhatikan kami. Karena kami sama dengan pedagang lain,” kata Sukriswanto, salah satu pedagang burung di tempat tersebut.
Sukriswanto mengaku, Â kalau selama ini dia bersama pedagang burung lainya hanya berjualan di trotoar saja. Mereka menginginkan ada tempat khusus yang menampung puluhan pedagang burung.
Mereka juga mengaku telah mengajukan beberapa kali proposal kepada pihak terkait supaya mendapatkan tempat yang memadai. Tapi tidak pernah mendapat tanggapan sehingga mereka terpaksa melakukan aksi pada hari ini.
“Kami harap pemerintah mau memberikan kami satu tempat khusus supaya bisa berjualan burung peliharaan,” kata Sukriswanto.
Dengan adanya tempat khusus, mereka bisa lebih optimal dan melakukan aktivitas jual beli. Selain itu keberadaan mereka kerap bercampur dengan pedagang lain sehingga terlihat semrawut. Bahkan aktivitas jalan di trotoar tempat tersebut juga terganggu.
Sementara itu, tidak ada pejabat atau perwakilan dari Pemkab Tuban yang ada di lokasi ketika aksi protes digelar.(edp)