SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Seiring berkembangnya industrialisasi minyak dan gas bumi (Migas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pemerintah setempat mulai meningkatkan potensi pariwisata. Salah satunya adalah Taman Tirta Wana Dander di Desa Dander, Kecamatan Dander.
Tempat wisata yang saat ini nampak tidak terawat, kotor, dan kurang menarik minat masyarakat itu, akan dibangun sejumlah fasilitas atau wahana bermain. Rencananya akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS).
Pengelolaan taman wisata tersebut nanti akan dilakukan oleh BBS, bukan lagi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro.
Perbaikan yang dilakukan, diantaranya adalah perbaikan kolam anak-anak yang saat ini sedalam 50 centi meter akan dijadikanh 40 centi meter, wahana kecek untuk anak-anak di bagian selatan. Kemudian di bagian sisi selatan kolam renang akan dibangun arena pasir dan
playground dan plorotan. Juga perbaikan ruang pertemuan dan pelatihan.
“Proses pengembangan Taman Tirta Wana Dander oleh BBSÂ masih dilakukan kajian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Bagian Hukum,” kata Kepala Disparbud, Bambang Suharno.
Untuk membangun salah satu obyek wisata andalan Bojonegoro itu, harus disertai pelimpahan kepemilikan aset milik Pemkab Bojonegoro. Wujudnya berupa tanah seluas sekira tiga hektar yang saat ini terdapat kolam renang dan ruang pertemuan, serta penginapan.
Sementara Direktur PT BBS, Deddy Affidick, membenarkan adanya rencana untuk membangun obyek wisata tersebut. Sedangkan persiapan anggarannya senilai Rp8 miliar untuk tahap pertama.
“Taman wisata itu akan dirubah namanya menjadi The Dander,” katanya singkat.
Selain akan memperbaiki kolam renang dengan sejumlah wahana dan ruang pertemuan, pada tahap berikutnya BBS akan mengembangkan wisata kuliner, dan perbaikan lapangan golf di tempat itu.
Total anggaran yang akan disiapkan untuk membangun The Dander mencapai Rp30 miliar. Namun untuk merealisasikan BBS akan melakukan koordinasi dengan Perhutani karena pohon-pohon besar yang ada di wilayah itu masuk di kawasan hutan. (rien)