Kaos Golput Beredar di Tuban dan Bojonegoro

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Kekecewaan masyarakat atas elite politik di Indonesia tampaknya semakin parah. Hal ini ditandai dengan banyaknya fenomena masyarakat yang meminati semua bentuk aksesoris yang berhubungan dengan kata-kata Golput (Golongan Putih). Golongan yang dikategorikan tidak menggunakan haknya untuk memberikan suaranya dalam coblosan Pemilu.

Salah satunya adalah mulai marak penggunaan kaos bertuliskan Golput. Di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, saat ini mulai beredar kaos dengan tulisan “Aku berpikir maka aku Golput”.

Kaos ini mulai beredar sejak dua minggu terakhir, mendekati Pemilu Legislatif (Pileg) yang akan dihelat pada 9 April 2014 mendatang. Meski begitu, tidak ada kata-kata atau kalimat ajakan untuk Golput di kaos dengan warna dominan hitam ini.

Entah apa maksud dari tulisan tersebut, yang jelas sebagian kata-kata tersebut merupakan ungkapan dari kata Cogito Ergo Sum yang berarti Aku Berpikir Maka Aku Ada, adalah ungkapan dari Descrates, salah satu filsuf asal Yunani.

“Pakai saja Mas, saya tertarik dengan kaos bertuliskan ini,” kata Khumaidi (25), salah satu pemakai kaos ini, di Jalan Manunggal, Tuban, Jumat (28/3/2014).

Baca Juga :   Berseragam ala Pejuang 45, Kodim Blora Ingatkan Protokol Kesehatan

Khumaidi menerangkan, kalau membeli kaos tersebut dari temannya. Setelah membeli, bahkan beberapa temannya yang lain tertarik dan ikut memesan kaos serupa.

Ali Imron, salah satu pemakai kaos yang lain mengatakan, kalau hal ini merupakan wujud gambaran kekecewaan masyarakat kepada elite politik yang akan bertarung bulan depan. Dia bahkan mengatakan kalau Golput merupakan salah satu dari beberapa pilihan yang ada.

“Perihnya nasib bangsa yang selalu dibohongi. Diberi harapan lagi, dan dibohongi lagi,” kata Ali Imron, salah satu pengguna kaos lain menirukan tulisan yang tertera di bagian belakang kaos.

Diketahui, kaos ini telah beredar di Kabupaten Tuban dan juga Kabupaten Bojonegoro sejak dua minggu terakhir. Kaos diketahui beredar secara berantai, dijual dengan kisaran harga antara Rp60 ribu hingga 65 ribu per potong. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *