SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Tidak hanya warga di daerah sekitar proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu saja yang masih buta Pemilu. Sebagian warga sekitar proyek Gas Cepu juga mengaku, belum paham mekanisme pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg).
“Sama saja di daerah Banyuurip, Mas, tidak paham tentang pilihan caleg,” kata Musta’in salah satu warga Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (29/3/2014).
Tidak hanya itu saja, dirinya pun tidak terlalu risau dengan pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan pada tahun 2014 ini. Alasannya pun serupa seperti warga lain pada umumnya.Yakni, kehilangan kepercayaan kepada pemerintah dan legislator periode sebelumnya.
“Tidak ada pengaruhnya dengan rakyat kecil, paling kalau sudah jadi ya lupa,” ujarnya ketus.
Meksi demikian, menurut pemuda lulusan SMA ini, setidaknya ada wakil rakyat yang bisa diharapkan perannya untuk memperdulikan rakyat.Terlebih di daerah penghasil migas.
“Bila perlu warga sekitar penghasil migas lebih diperhatikan, saya dengar banyak warga yang hanya jadi penonton, padahal lahannya telah terjual,” urainya. (roz)