Pekerja Proyek Blok Cepu Antri Gaji

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Jalan diperbatasan Dusun Ngaglik, Desa Katur dengan Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dipadati ratusan pekerja proyek Banyuurip, Blok Cepu.

“Antri upah mas, bukan gaji,” kata Ismail salah satu pekerja kepada Suarabanyuurip.com Sabtu (29/3/2014).

Pekerja yang ditempatkan dibagian oleh salah satu subkontraktorproyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC)-1  Lapangan Banyuurip, Blok Cepu itu lebih memilih disebut buruh dari pada pekerja atau karyawan.

“Kita ini buruh atau kuli proyek,” imbuhnya dengan nada canda.

Ismail mengungkapkan, gaji pekerja proyek diberikan mingguan. Sehingga setiap hari sabtu pada jam 16.30 WIB, sekira 600 pekerja antri menerima upah. “Kalau proyek umumnya mingguan, pekerja proyek didalam itu berat,” tuturnya.

Adapun mengenai besaran gajinya lebih dari Upah Minimum Regional (UMK) Bojonegoro senilai Rp1.040.00.  

Ismail mengatakan, sejauh ini belum pernah mengalami keterlambatan gaji. Namun demikian, dirinya tidak menampik adanya pekerja dari subkon lain yang mengalami keterlambatan gaji.

“Belum pernah telat, tapi sebagian rekan pernah mengalami keterlamabtan gaji.Itu tergantung kebijakan perusahaan masing-masing,” ucapnya.(roz)

Baca Juga :   Ingatkan Pemerintah Luruskan Sejarah Kemerdekaan Indonesia

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *