SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Pertamina Eksplorasi dan Produksi Asset 4 menyayangkan keterlambatan pengerjaan perbaikan jalan penghubung antar sumur gas KDL 1 (Kedunglusi) dengan sumur gas  RBT 1 (Randublatung) sebagai penyuplai bahan baku gas ke Central Processing Plan (CPP) Area Gundih di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tenggah.
Karena pembangunan jalan penghubung antar sumur gas yang melintas mulai Dusun Tambak, Desa Sumber hingga Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, itu menjadi tanggung jawab IKPT- Adhi Karya sebagai vendor penggarap. Terlebih pengerjaan jalan yang dimulai sejak tahun lalu itu belum selesai dan  berlarut-larut hingga mengundang reaksi warga memblokir jalan untuk kedua kalinya.
Legal and Relation Manager Pertamina EP. Asset IV, Arya Dwi Paramitha kepada suarabanyuurip.com pada Jumat (28/3/2014), mengatakan, dengan keterlambatan pengerjaan jalan itu, tentunya pihak Pertamina juga merasakan imbasnya. Meskipun Pertamina sudah melimpahkan kepada IKPT – Adhi Karya selaku pemenang tender.
“Sebenarnya ini murni tanggungjawab IKPT. Kami meminta mereka untuk segera menyelesaikan tanggungjawabnya,” ujarnya.
Aksi dengan memasang spanduk bertuliskan “Kendaraan / Alat Berat Proyek Pertamina Dilarang Keluar Masuk Sebelum Jalan Dibangun Sampai Selesai ” dengan dibawah spanduk ditaruh patok dengan bendera merah diatasnya itu merupakan aksi yang kedua setelah sebelumnya warga juga memasang portal jalan sebagai aksi protes pembangunan jalan yang tak kunjung diselesaikan.
Meski pihak kontraktor pada aksi pertama sudah berjanji akan segera melanjutkan pekerjaan ternyata meleset lagi.
Kontraktor hanya mendatangkan material yang dibiarkan menggunung di tepi jalan, sehingga mengganggu pengguna jalan. Kondisi itu mendapat tanggapan dari warga dengan memasang spanduk dan patok persis ditengah-tengah jalan masuk dari Dusun Tambak menuju lokasi sumur gas RBT I.
“Kami menyayangkan lambatnya proses perbaikan jalan yang sudah menjadi tanggungjawab konsorsium IKPT-Adhi Karya,” katanya.
Karena itu saat ini Pertamina terus mendorong kontraktor pemenang tender untuk segera menuntaskan tanggungjawabnya di lapangan. “Pertamina mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” pungkas Arya.(ali)