SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Yayasan Bina Swadaya, LSM pendamping program Corporate Social Responsibility (CSR) ternak kambing untuk desa sekitar sumur minyak Banyuurin dari operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL), membantah jika dikatakan belum melakukan sosialisasi terkait program sosial untuk tahun 2014 tersebut.Â
LSM yang dipercaya MCL untuk sebagai pendamping program itu mengkalim, sudah melakukan musyawarah terkait dengan program yang mengarah pada pemberdayaan warga. Salah satunya adalah bidang peternakan kambing ataupun domba tersebut.
“LSM Bina Swadaya dalam pembentukan kelompoknya sudah ada dasar musyawarah dengan warga, dan bahkan juga sudah mendapatkan persetujuan dari Pak Kepala Desa Gayam, Mas,” kata Tim Leader LSM Bina Swadaya, Jupriansyah kepada suarabanyuurip.com via telepon, Selasa (01/04/2014).
Dia jelaskan, sesuai dengan hasil musyawarah pembentukan kelompok dilakukan juga melalui penilaian sesuai dengan kondisi. Masing-masing desa ada satu kelompok. Terkecuali Desa Gayam sebanyak tiga kelompok. Yakni, berada di Dusun Temlokorejo, Kaliglonggong, dan Dusun Sumurpandan.
“Masing-masing kelompok yang tersebar di 20 desa rata-rata beranggotakan 25 anggota, Mas. Di bulan April 2014 ini pelaksanaan program sudah memulai mengarah pada teknis,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, penyusunan program CSR dari MCL bidang peternakan kambing mendapatkan sorotan warga. Salah satunya adalah warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ditengarai tak melibatkan warga. (sam)