SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Sejumlah warga sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu, khusunya para pedagang makanan dan minuman (Mamin) di sekitar proyek mengaku tidak mendatangi pemilihan umum calon legislatif (Pileg) pada 9 April nanti. Warga melilih tidak menggunakan hak suaranya alias golongan putih (golput).
“Tidak memilih mending jualan,” kata Tutik, salah satu pedagang.
Alasannya, dia tidak sepenuhnya mengenali para peserta calon wakil rakyat tersebut. Dia pun mengaku tidak tertarik dengan adanya pemberian uang. Menurut dia, berjualan di sekitar  lokasi proyek Banyuurip, Blok Cepu hasilnya cukup menguntungkan, dibanding jumlah uang yang diberikan caleg.Â
“Paling jumlahnya Rp20 ribu sampai Rp50 ribu, diterima uangnya saja kan juga tidak ada yang tahu,”tukasnya.
Kendati begitu, untuk pelaksanaan pemilu presiden (Pilpres) yang rencananya akan digelar pada bulan Agustus, dia menyatakan akan berupaya datang ke tempat pemungutan suara (TPS) yang telah dusediakan.
“Kalau presidennya kan tahu,” imbuhnya. (roz) Â