SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Pendamping program Coorporate Social Responsibility (CSR) yang akan digulirkan Mobil Cepu Ltd (MCL), Yayasan Bina Swadaya membantah jika belum melakukan koordinasi dengan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Koordinasi itu sudah dilakukan baik dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), Pertanian, dan Bappeda Bojonegoro, untuk rencana pelaksanaan program ternak di wilayah Blok Cepu.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Disnakkan, Pertanian, dan Bapeda, Mas. Jika pak Subekti tidak tau itu wajar. Karena, koordinasinya pada saat itu kepada pak Sumarsono, Sekretarisnya. Sebab, pak Subekti sedang tidak ada ditempat,” kata Team Leader Yayasan Bina Swadaya, Jupriansyah kepada suarabanyuurip.com via telepon, Kamis ((03/04/2014) kemarin.
Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan program ini nantinya dilakukan dengan sistim kelompok yang dibentuk oleh masyarakat sendiri. Tujuanya untuk mempermudah penerimaan dan pelaksanaan karena program yang dilaksanakan tidak fokus pada satu bidang tertentu saja.
“Ada 22 kelompok swadaya masyarakat (KSM) yang sudah dibentuk masyarakat. Kami hanya mendampingi saja untuk memberikan teknis kepelatihan dan pengembangan bagaimana mereka bisa maju kemandiriannya,” ujar Jupriyansah.
Saat ini, laanjut dia, KSM sekarang sudah mulai mengumpulkan modal sendiri-sendiri untuk dimanfaatkan bagi anggota. Sesuai dengan kesepakatan, dan usulan masing-masing KSM programnya ada yang mengarah di bidang kesehatan, pendidikan, peternakan, pertanian dan perikanan.
“Dalam pendampingan itu nantinya ada pelatihan sesuai kebutuhan KSM. Contohnya, bidang pertanian bagaimana menanam yang baik dan membasmi hama. Kemudian, home industri, bagaiman cara membuat pakan ternak yang bagus dan lain-lain,” imbuhnya. (sam)