SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pembangunan jalan poros Kalitidu-Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur yang hanya diurug pedel (tanah urug) dikeluhkan pengguna jalan. Sebab jika hujan turun jalan menjadi licin sehingga rawan kecelakaan lalu lintas.
Apalagi disinyalir kwalitas pedel yang digunakannya tidak baik karena berwarna kemerahan seperti bercampur tanah. “Biasanya pedelnya berwarna putih, tidak bercampur tanah seperti itu,†kata Cipto warga Kalitidu, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro kepada suarabanyuurip.com dilokasi pangkalan ojek pertigaan jalan Kalitidu, Sabtu (5/4/2014).
Pria yang setiap harinya berkerja sebagai tukang ojek itu menjelaskan, salin saat hujan licin, ketika kondisi cuaca terang dan panas, jalan yang diurug pedel itu menimbulkan polusi debu ketika dihempas roda kendaraan maupun angin.
“Seharusnya tidak diurug pedel, tapi tambal sulamnya dengan aspal. Itu akan lebih baik dan awet,” imbuhnya menyarankan.
Jalan poros sepanjang kurang lebih 15 kilo itu merupakan akses utama warga di Kecamatan Ngasem maupun Kalitidu. “Selain itu saya harapkan Jembatan Jelu-Jampet juga segara dibagun bagus agar aktifitas warga menjadi lancar dan nyaman,” sambung Supangat warga Kalitidu lain.
Sekedar diketahui, jalan itu juga menuju lokasi sumur migas Alas Tua Barat (ATW) berada di Desa Ngasem dan sumur Gas Jambaran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.(sam)