SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Kecelakaan Kereta Api (KA) terjadi di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (6/4/2014). Â Dua orang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) dan tiga orang lain masih dirawat di RSUD Sumberejo, Minggu (6/4/2014), sekira pukul 11.30 WIB.
Dua korban meninggal dunia adalah Supiyatun (63) dan Umsiah (35) Warga Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Sedangkan korban lain masih dalam perawatan di RSUD Bojonegoro adalah Luluk, Sella (6), Aulia (6), Deni Sukasti. Sementara Sulasmi, Diva, Lila, Sukadi, Kholil (10) dan Sugeng berhasil menyelamatkan diri dengan keluar dari dalam mobil saat mengetahui ada kereta api yang akan melintas.
Saksi mata di lokasi kejadian, Mubin mengatakan, saat itu, mobil jenis Kijang Inova bernomor polisi B 833 BKO melaju dari arah selatan, namun setelah menyeberang di perlintasan KA tanpa palang pintu, di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro mobil tiba-tiba menyangkut di rel.
“Mobil sudah tidak bisa jalan lagi dan bersamaan itu ada kereta api yang melintas,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Kaur Pemerintahan Desa setempat itu menjelaskan, saat itu korban usai dari hajatan manten di Desa Jatigede, Kecamatan Sumberejo. Korban, Â berasal dari rombongan manten keluarga dari daerah Jombang.
“Korban dari acara hajatan manten, dari keluarga dari Jombang,” lanjutnya.
Kereta Api yang menabrak jenis KRD Jurusan Bojonegoro-Surabaya. Akibat kejadian itu, dua orang korban meninggal di lokasi kejadian, tiga orang lain masih di rawat di RSUD setempat dan satu orang masih selamat.
“Kita masih melakukan penyelidikan atas kejadian kecelakaan ini,” ujar Kapolsek Sumberejo, Akp Fandil.
Fandil menjelaskan, diduga didalam mobil tersebut ditumpangi sebanyak 12 orang penumpang. Sedangkan yang baru diketahui ada enam orang.
Pantauan di lapangan, kecelakaan kereta di perlintasan tanpa palang pintu itu juga mengakibatkan kemacetan lalu lintas.
Warga berkerumun untuk melihat kecelakaan itu. Sementara proses evakuasi bangkai mobil baru bisa diangkat setelah dua jam lebih. (Rien)