SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Camat Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Dandy Suprayitno, mengaku, akan terus memperjuangkan hak para penambang tradisional di sumur tua paska dilakukan penertiban oleh Pertamina EP Cepu beberapa waktu lalu.
“Awalnya warga saya sempat ragu, dan ketakutan seolah-olah Geo Cepu Indonesia (GCI) selaku KSO mengambil alih semuanya,” kata Dandy kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (8/4/2014).
Dia menyatakan, para penambang tersebut sudah bekerja bertahun-tahun, dan menjadi pekerjaan rutin untuk mencari nafkah.
“Kami sempat bingung tentang tekhnis KSO itu seperti apa,” tandas Dandy.
Dia menjelaskan, yang terjadi di masyarakat adalah KSO akan menggeser keberadaan penambang karena menghilangkan sumur tua yang sudah ada sebelumnya.
“Alhamdulilah sampai saat ini para penambang tetap bekerja, meskipun GCI tidak melaporkan lancar atau tidak, dan itu yang saya pertahankan,” tegasnya.
Sementara itu baik Humas GCI, Etty, maupun Humas Pertamina EP Aset 4, Arya Dwi Paramita, belum memberikan klarifikasinya.(rien)