SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Sejak resmi dibuka untuk umum pada Jumat (4/4/2014) lalu, Setasiun Pengisian Bahan Bakar Khusus Bersubsidi (SPBKB) PT AKR Coporindo di Desa Balandono, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur masih terlihat sepi.
Kondisi itu berbeda dengan Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tidak pernah sepi dari antrian sepeda motor dan kendaraan roda empat. Di SPBKB AKR yang hanya melayani pembelian solar kendaraan bis, truk dan mobil terlihat lengang.
Sepinya pembelian solar itu dibenarkan Kepala Cabang SPBKB AKR Balandono, Christian. Menurutnya, dari kuota penjualan yang diterima dari Badan Pengaturan Hilir (BPH) Migas 10 ribu liter solar perhari atau 300 ribu liter solar perbulan, saat ini rata-rata perhari hanya terserap 30-40 persen.
“Sejak awal dibuka, setiap hari rata-rata penjualan kita masih sekitar 3000 liter-4000 liter, “ kata Christian kepada suarabanyuurip.com, Kamis (10/4/2014).
Menurut dia, penyebab sepinya penjualan solar ini lebih dikarenakan SPBKB AKR yang baru buka sehingga belum banyak dikenal masyarakat umum.
Untuk diketahui, SPBKB AKR Balandono dibangun bulan Oktober 2013 lalu dengan anggaran sekira Rp2 milyar. Berlokasi di sebelah utara Jalan Nasional Babat-Surabaya, SPBKB AKR Balandono memiliki 4 dispenser. Masing-masing dispenser terdapat 4 noste (pipa pengisi solar). Di SPBKB juga dilengkapi dengan tempat istirahat, musholla dan kamar kecil yang representatif. Jumlah karyawan sebanyak 17 orang terdiri 12 operator, 3 pengawas dan 2 security.(tok)