SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Camat Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Eko Julianto, meminta kepada Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 ikut andil dalam penanganan bencana kekeringan yang dipastikan terjadi saat musim kemarau di wilayahnya.
Eko Julianto mengatakan, sejumlah desa di Kecamatan Senori selalu menjadi langganan kekeringan. Menyusul akan berakhirnya musim penghujan, dan digantikan dengan musim kemarau.
“Kita meminta supaya perusahaan mau membantu kita dalam pembuatan saluran Air Bawah Tanah (ABT),†kata Eko kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (11/4/2014).
Dia mengatakan, kalau langkah pembuatan ABT sudah dilakukan Pemkab Tuban. Yaitu sudah ada 6 hingga 7 titik ABT yang disebar di beberapa desa. Pembuatan ABT ini dirasa perlu, melihat kondisi air di Kecamatan Senori yang diketahui banyak ditemukan sungai-sungai di bawah tanah.
Beberapa titik dari pembuatan ABT ini diketahui sudah berhasil. Bahkan satu titik yang ada di Desa Wanglo Wetan mempunyai cadangan air yang cukup besar. Apabila ABT ini diperbanyak, maka krisis air bersih yang menjadi persoalan di banyak desa yang menjadi wilayah Asset 4 bisa dikurangi.
“Rata-rata kedalamannya lebih dari 100 meter, untuk itu kemarin kita sudah meminta bantuan kepada Pertamina EP supaya dapat membantu menambah jumlah yang ada,†katanya. “Semoga dengan banyaknya (ABT) yang dibuat, kekeringan pada saat musim kemarau sudah bisa diatasi,†tandas Eko Julianto.
Diketahui, wilayah Kecamatan Senori merupakan wilayah yang rentan terjadinya bencana kekeringan pada saat musim kemarau. Karena cadangan air di dalam sumur sangat mudah habis meski kemarau belum sampai satu bulan. (edp)