SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Petani tambak ikan di wilayah Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur kapok untuk kembali menanam ikan. Selama beberapa kali menanam ikan, mereka menanggung kerugian cukup besar akibat minimnya hasil panenan.
Beberapa petambak kepada suarabanyuurip.com mengaku, selama dua kali tanam ikan bandeng hasil panenan tidak sesuai yang diharapkan.
Seperti dikatakan petambak asal Desa Kaligerman Subandi. Sebelumnya dia menanami lahan tambaknya seluas 1,2 hekar dengan sekira 3.300 bibit ikan bandeng.
“Ikannya semula terlihat sehat dan besar-besar. Tapi saat dipanen ikannya banyak yang hilang. Dihitung cuma tinggal 250 an ikan,†ujarnya.
Subandi tidak tahu pada kemana ikan yang ditabur. Sebab jika mati tidak ada bangkainya yang kelihatan di tambak.  “Padahal tambak saya tidak kena banjir tapi ikannya pada hilang semua,†keluhnya lagi.
Untuk biaya memelihara ikan dari pembelian bibit, pakan ikan dan biaya perawatan lainnya, Subandi mengaku menghabiskan dana sekira Rp6 juta. Karena banyak ikannya yang hilang dirinya mengaku rugi besar. “Sekarang tambaknya saya tanami padi,†pungkas Bandi.
Petambak lainnya asal Desa Banteng Putih, Wawan juga mengaku, selama dua musim tanam selalu merugi. Ikan-ikan yang ditanam tanpa sebab yang jelas pada hilang.
“Kapok mas tanam ikan. Sekarang tambaknya saya tanami padi,†cetus Wawan.(tok)