SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Blora, Jawa Tengah, memberi dukungan moril secara penuh kepada Tim Transparansi Migas (TPM) Blora dalam memperjuangkan pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Blok Cepu yang dinilai tidak adil.
Ketua Pengurus Cabang PMII Blora, Ismu Ngatono, mengatakan, perjuangan itu lebih harus diintensifkan agar tidak terlalu lama Blora menunggu mendapatkan haknya dalam pembagian DBH Migas Blok Cepu ini. “Telah 3 tahun kita menunggu, kenapa hanya Bojonegoro dan Kabupaten-kabupaten lain dalam satu provinsi Jawa Timur yang mendapatkan,” katanya.
Ngatono menilai, Blora yang berbatasan dan memiliki cadangan minyak di Blok Cepu seharusnya mendapatkan bagi hasilnya. “Itu yang dirasakan tidak adil bagi Blora. Oleh karena itu, PMII mendukung penuh dan siap ikut mengawal perjuangan untuk mendapatkan DBH migas blok cepu ini,” imbuhnya.
Dia katakan, aturan pembagian DBH Migas itu berdasar pada mulut sumur yang tertuang dalam pasal di UU No.33/2004 sangat merugikan Blora. Sebab pengeboran migas Blok Cepu berlangsung di Bojonegoro karena sumur maupun cadangannya disana lebih besar. “Padahal cadangannya mmbentang sampai wilayah Blora,” tandas Ngatono.
Sebelumnya, Ketua Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana (LPAW) Blora, Hamdun, menegaskan, tentang ketidakadilan pembagian DBH Migas Blok Cepu ini. Sebagai daerah yang memiliki sebagian wilayah dalam wilayh kerja pertambangan (WKP) Blok Cepu sangat tidak adil jika Blora tidak dapat sepeser pun DBH migas dari Blok Cepu.
Hamdun meminta, jangan hanya dampak-dampak negatifnya saja yang diberikan kepada Blora atas eksploitasi Blok Cepu. Tapi juga harus dampak positif. Oleh karena itu, diperlukan adanya revisi undang-undang yang mengatur pembagian DBH Migas tersebut.(ali)