SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – “Panjenengan tidak usah beli tabung hijau LPG lagi,” ujar Ely dari LSM Trukajaya di hadapan warga Desa Gayam pada Sabtu, (12/4/2014).
Harapan adanya energi alternatif itu disampaikan dalam sosialisasi Program Biogas yang bertempat di rumah Kepala Desa Gayam. Menurut Ely, Trukajaya akan melaksanakan program ini di tiga desa, yaitu Desa Gayam, Desa Mojodelik, dan Desa Sudu. Setiap desa akan mendapatkan sepuluh reaktor gas.
“Panjenengan tertarik apa nggak?” tanya Kepala Desa Gayam, Pujiono kepada 40 warganya yang hadir pada kesempatan tersebut.
Dengan serempak warga dari Dusun Sumurpandan, Temlokorejo, dan Kaliglonggong mengamini. Warga berharap dengan adanya program ini, kebutuhan akan gas bisa lebih meringankan beban sehari-harinya.
Ely menungkapkan, pada saat ini kebutuhan masyarakat terhadap gas sangat tinggi. Hal ini dipicu oleh beberapa kebijakan pemerintah yang salah satunya adalah mengurangi penggunaan minyak tanah dan menggantinya dengan gas elpiji.
Di sisi lain, masyarakat yang mengalami kesulitan akses gas lebih memilih menggunakan kayu bakar di hutan yang jumlahnya terbatas dan seharusnya dilindungi. “Sementara jika menggunakan minyak tanah, harganya pun mahal dan terkadang ketersediaan minyak tanah juga langka,†ungkapnya.
Selain elpiji yang mungkin akan habis, jelas Ely, salah satu sumber gas alternatif yang bisa dijangkau adalah biogas. Biogas adalah gas yang mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi anaeroic dari material organik yang dilakukan oleh bakteri metanogonic. Methane adalah zat yang tidak kelihatan dan berbau. Gas ini berwarna biru dan tidak berasap.
“Gas ini lebih panas dari minyak tanah, arang dan bahan bakar tradisional lain,†paparnya.
Ely melanjutkan, sumber utama biogas adalah kotoran ternak yang mudah dijumpai di masyarakat dan belum termanfaatkan dengan baik. “Oleh karena itu, MCL dan Trukajaya menyelenggarakan program biogas ini sebagai salah satu upaya penyebarluasan penggunaan energi alternatif tersebut,†katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan MCL, Wawan Primantoko menyampaikan, bahwa program ini merupakan komitmen MCL untuk mendukung masyarakat dalam pengembangan ekonomi. “Biogas merupakan salah satu energi alternatif bagi masyarakat di tengah ketergantungan masyarakat pada gas alam,†katanya.
Perwakilan SKK Migas Jabamanusa, Prihandono, menyatakan mendukung program tersebut. “Kalau perlu, nanti kita perluas lagi. Silahkan MCL mengajukan anggarannya kepada kami,†ujarnya. (sam)