Warga Ngampel Ancam Demo JOBP-PEJ

SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro – Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku kesal karena sejak bulan Desember 2013 tali asih yang dijanjikan oleh operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) tidak kunjung direalisasikan.

Tokoh masyarakat setempat, Pamuji (45), menyatakan, akan melakukan aksi demo bersama ratusan warga lainnya untuk menuntut hak sebagai wilayah ring 1 sesuai perjanjian awal antara operator dengan masyarakat.

“Kalau mereka alasannya tidak boleh uang tunai, harusnya dulu jangan diberikan,” ujarnya.

Dia mengatakan, nilai tali kasih yang seharusnya diberikan oleh JOB P-PEJ adalah sebesar Rp 50 juta setiap bulan yang sudah dilakukan sejak awal pengeboran tahun 2007 silam. Padahal masyarakat menunggu uang tersebut untuk tambahan kebutuhan sehari-hari.

“Apa yang mereka janjikan, itu yang dipenuhi. Jangan salah, tanggung jawabnya dengan Tuhan nanti,” tandasnya.

Senada diungkapkan, Sudirman, anggota BPD setempat yang mengaku kesal dengan sikap JOB P-PEJ tersebut. Selama ini tidak ada pemberitahuan apapun bagaimana kelanjutan tali asih sebesar Rp 50 Juta itu.

“Kalau memang tidak boleh uang tunai, ya sebaiknya dirembug lagi sama warga baiknya bagaimana, jangan diam saja,” katanya kesal.

Terpisah, Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Basith Syarwani, menegaskan, akan segera merealisasikan tali asih sebesar Rp 50 juta tetapi tidak berupa uang tunai. Karena sejak awal tidak diperbolehkan oleh SKK Migas, sehingga akan dialihkan pada pemberian sembako.

“Masih mensurvei toko mana yang sekiranya mampu dan pantas ditunjuk untuk menyediakan sembako itu,” pungkasnya.(rien)

Baca Juga :   Warga Ring 1 J-TB Dilatih Membatik

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *