SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pemkab Tuban, Jawa Timur berharap ada komunikasi dengan operator minyak dan gas bumi (Migas) apabila ada program pemberdayaan yang melibatkan masyarakat, khususnya untuk kaum perempuan.
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Keswadayaan Masyarakat, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bappemas) Tuban, Lilik Lestari, mengatakan, hal itu penting dilakukan supaya tidak ada tumpang tindih antara program Pemkab dengan operator Migas yang memiliki wilayah kerja di Tuban.
“Kalau misalkan ada program yang dimaksud ( pemberdayaan perempuan di lingkungan Migas), kami sangat menyambut baik apabila juga menjalin komunikasi dengan kami,†jelas Lilik kepada Suarabanyuurip.com, Senin (14/4/2014).
Lilik menyebutkan alasan lain, kalau selama ini petugas ataupun anggaran dari Pemkab Tuban masih sangat terbatas. Sehingga, belum mampu merangkul dan memberdayakan perempuan yang ada di semua desa di Kabupaten Tuban.
“Dengan tenaga terbatas (3 orang), harus memikirkan perempuan yang berada di 328 desa di 20 kecamatan di Tuban,†kata Lilik.
Keterbatasan tenaga inilah yang membuat Pemkab Tuban merasa kesulitan melakukan pemberdayaan perempuan. Pihaknya akan sangat berterima kasih, apabila ada perusahaan yang mau melakukan pemberdayaan masyarakat, khususnya kepada kaum perempuan.
“Jadi kalau misal desa-desa yang ada di sekitar industri sudah ada pemberdayaan kepada perempuan, maka kami akan menangani desa lain supaya tidak tumpang tindih,†tandas Lilik.
“Kita juga sangat berterima kasih, apabila ada pihak lain (NGO, Ormas, ataupun perusahaan), selain Pemkab ikut memikirkan masalah ini dan melakukan pemberdayaan perempuan,†lanjutnya. (edp)