SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Penetapan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) menjadi APBD 2014 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terancam molor kembali. Bila sebelumnya, molornya disebabkan tarik ulur kepentingan legislatif dan eksekutif dalam penganggaran, kini masalah bisa jadi muncul setelah pelaksanaan pemilihan umum legislatif (Pileg) yang usai digelar 9 April lalu.
Ancaman molornya penetapan R-APBD Blora itu menyusul tersebarnya informasi quick count versi penghitungan internal Panwaskab Blora dengan memprediksikan banyak anggota dewan incumben yang tumbang. Dari 45 anggota dewan itu akan diisi oleh 20 anggota dewan yang baru.
Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Cepu, Blora, Eko Hari Purwanto, mengatakan kekhawatiran molornya pengesahan RAPBD Blora 2014 itu bisa saja terjadi. “Mengingat besarnya dana yang dikeluarkan ternyata tidak mampu mendulang suaranya untuk kembali menduduki kursi empuk anggota dewan,” katanya, Selasa,(15/4/2014).
Eko menilai, kekalahan caleg incumbent dalam pemilu kali ini, tentunya berimbas pada etos kerja yang tinggal beberapa bulan kedepan. “Meski kita berharap anggota dewan incumbent itu sampai saat ini masih aktif sebagai anggota dewan. Jadi masih dipundak mereka, nasib APBD 2014 segera ditetapkan,” ujarnya.
Dia katakan, bisa jadi caleg incumbent itu berpikir, kalau rakyat yang diperjuangkan haknya selama kurun waktu lima tahun terakhir itu ternyata tidak memilihnya kembali.
“Sebetulnya jadi atau tidaknya caleg incumbent itu semua tergantung amal perbuatannya, masyarakat sudah pandai menentukan pilihan. Yang namanya tanggung jawab sampai akhir masa jabatan itu mutlak, sesuai sumpah janji mereka untuk mengabdi diawal pelantikannya,” ungkap Eko.
Bupati Blora, Djoko Nugroho, juga memiliki kekhawatiran yang sama. Namun begitu, orang nomor satu di Bumi Samin itu tetap berharap hasil Pemilu tidak berpengaruh banyak terhadap semangat kerja para wakil rakyat. Salah satunya adalah terkait pembahasan hingga penetapan APBD.
“Ya kekhawatiran dalam setiap rapat itu tidak kuorum sebagai syarat sahnya sidang tetap saja ada,” ujarnya.
Djoko Nugroho menambahkan, Pemkab Blora dalam waktu dekat ini akan menyelesaikan penyusunan Rencana Kerja Anggaran RAPBD 2014. Dokumen tersebut selanjutnya akan diserahkan ke DPRD untuk kemudian dibahas bersama.(ali)